Kripto & Aset Digital

Skandal Celsius Network: Saat Bunga Tinggi Berujung Beku

Platform yang menjanjikan bunga jauh di atas bank tiba-tiba mengunci dana jutaan nasabahnya. Kisah Celsius memperlihatkan apa yang terjadi saat janji imbal hasil tinggi bertemu kenyataan pahit.

Koin emas di atas layar ponsel
Koin kripto di atas ponsel sebagai ilustrasi dompet digital.

Apa itu Celsius Network?

Celsius Network adalah platform pinjam-meminjam aset kripto yang sangat populer sekitar 2020 sampai 2022. Cara kerjanya sederhana di permukaan: nasabah menitipkan aset kripto mereka, lalu dijanjikan imbal hasil atau "bunga" yang sangat tinggi, jauh di atas bunga tabungan bank biasa. Celsius bahkan mengusung slogan yang mengajak orang "berhenti bergantung pada bank".

Untuk menarik nasabah, Celsius gencar menawarkan imbal hasil hingga belasan persen per tahun untuk aset tertentu, jauh melampaui bunga bank. Tampilannya modern, aplikasinya mudah dipakai, dan pendirinya rajin meyakinkan publik bahwa menyimpan dana di sana sama amannya, bahkan katanya lebih menguntungkan, daripada di bank biasa. Citra inilah yang membuat banyak orang merasa tenang menitipkan dana dalam jumlah besar. Sebagian bahkan memindahkan hampir seluruh aset kripto mereka ke sana demi mengejar imbal hasil yang lebih tinggi.

Perusahaan ini dipimpin oleh Alex Mashinsky, yang kerap tampil meyakinkan dan gemar mengkritik bank tradisional. Ia rutin mengadakan siaran langsung mingguan untuk menenangkan dan meyakinkan para nasabah. Celsius sempat mengelola aset bernilai miliaran dolar dan menarik lebih dari satu juta pengguna dari berbagai negara.

Dari mana datangnya bunga tinggi itu?

Inilah pertanyaan kuncinya. Untuk membayar bunga setinggi itu, Celsius meminjamkan dan menempatkan dana nasabah ke berbagai aktivitas kripto yang berisiko, termasuk ke dunia DeFi (keuangan terdesentralisasi, yaitu layanan keuangan tanpa perantara bank resmi). Saat pasar kripto masih naik, semuanya tampak lancar dan menguntungkan.

Namun ketika pasar kripto ambruk pada 2022, nilai aset yang dikelola Celsius ikut jatuh. Perusahaan tidak lagi punya cukup dana untuk mengembalikan titipan semua nasabah bila diminta serentak. Fondasi yang tampak kokoh ternyata rapuh, karena uang nasabah tidak benar-benar tersimpan aman, melainkan diputar ke tempat-tempat yang penuh risiko.

Di sinilah letak jebakannya. Selama semua orang tenang dan tidak menarik dana bersamaan, sistem seperti ini bisa terus berjalan. Namun begitu banyak orang panik dan ingin menarik uangnya pada waktu yang sama, kelemahan itu langsung terbongkar. Prinsipnya mirip dengan rush atau penarikan besar-besaran pada bank, tetapi tanpa jaring pengaman yang dimiliki bank resmi.

Juni 2022penarikan dibekukan
Juli 2022ajukan kebangkrutan
~1,7 jutapengguna terdampak

Runtuhnya kepercayaan

Pada Juni 2022, Celsius mendadak mengumumkan "menghentikan sementara" seluruh penarikan, pertukaran, dan transfer antar-akun dengan alasan kondisi pasar yang ekstrem. Bagi nasabah, artinya dana mereka terkunci dan tidak bisa diambil. Kepanikan pun menyebar cepat, karena banyak orang menyadari tabungan mereka mungkin tidak akan kembali utuh.

Hanya berselang sekitar sebulan, pada Juli 2022, Celsius resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat. Dokumen pengadilan memperlihatkan adanya selisih besar antara aset yang dimiliki dan kewajiban kepada nasabah. Belakangan, Alex Mashinsky didakwa sejumlah tuduhan penipuan, menyatakan diri bersalah, dan pada 2025 dijatuhi hukuman penjara sekitar 12 tahun.

Istilah penting: DeFi adalah layanan keuangan berbasis kripto tanpa bank sebagai perantara. Potensi imbal hasilnya besar, tetapi tidak ada lembaga penjamin jika terjadi gagal bayar.

Bedanya dengan bank resmi

Ketika kita menabung di bank resmi, uang kita diawasi otoritas dan dijamin lembaga seperti LPS sampai batas tertentu. Jika banknya bermasalah, ada jaring pengaman. Celsius tidak demikian. Meski terdengar seperti "bank kripto", ia tidak punya pengawasan dan jaminan serupa. Istilah "bunga" yang dipakainya pun menyesatkan, karena risikonya jauh berbeda dari menabung biasa.

Perbedaan ini sering tidak disadari nasabah pemula. Mereka mengira menyimpan aset di platform kripto sama amannya dengan menabung di bank. Padahal saat terjadi masalah, nasabah bank punya hak dan perlindungan yang jelas, sementara nasabah platform seperti Celsius hanya menjadi salah satu dari banyak pihak yang antre menunggu hasil proses kebangkrutan, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Pelajaran untuk kita

Pelajaran dari Celsius sangat klasik: imbal hasil yang jauh di atas kewajaran hampir selalu datang bersama risiko yang jauh di atas kewajaran pula. Platform yang tampak canggih dan meyakinkan belum tentu aman jika tidak diawasi otoritas resmi. Sebelum tergiur bunga tinggi, tanyakan selalu: dari mana sumber keuntungan ini, dan siapa yang mengawasinya? Bila jawabannya kabur, lebih baik tetap waspada dan tidak menaruh seluruh dana di satu tempat.

Secara praktis, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan: jangan menaruh seluruh dana pada satu platform, utamakan lembaga yang jelas diawasi otoritas resmi, dan curigai setiap tawaran yang menjanjikan imbal hasil jauh di atas rata-rata. Langkah kecil ini sering kali menjadi pembeda antara aman dan buntung di kemudian hari.

Bunga yang terlalu manis sering menyembunyikan risiko yang terlalu pahit. Kalau sebuah tawaran terasa terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya memang begitu.

Riska Adinda Utami

Sumber

  1. Wikipedia, "Celsius Network" en.wikipedia.org
  2. Reuters, liputan pembekuan penarikan dan kebangkrutan Celsius reuters.com
  3. CNBC, laporan kasus Celsius dan Alex Mashinsky cnbc.com
Riska Adinda Utami

Riska Adinda Utami

Menulis catatan ringan berbasis data resmi seputar perbankan, keuangan, dan ekonomi, Indonesia maupun dunia. · Terhubung di LinkedIn

👁 0 kali dibaca

Komentar

0 komentar

← Kembali ke beranda