Lehman Brothers: Runtuhnya Raksasa Wall Street 2008
Pada 15 September 2008, sebuah nama besar Wall Street mengajukan kebangkrutan terbesar dalam sejarah Amerika. Dunia keuangan tidak pernah sama lagi sejak hari itu.
Nama Lehman Brothers pernah menjadi lambang kejayaan Wall Street. Namun pada 15 September 2008, nama itu berubah menjadi simbol krisis keuangan paling parah sejak Depresi Besar. Bagaimana sebuah institusi sebesar itu bisa jatuh begitu cepat?
Siapa Lehman Brothers?
Lehman Brothers berdiri sejak tahun 1850, awalnya sebagai toko kecil penjual kapas di Amerika Serikat. Selama lebih dari satu abad, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu bank investasi paling berpengaruh di dunia, dengan puluhan ribu karyawan dan jaringan global. Pada puncaknya, Lehman adalah bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat.
Bank investasi berbeda dengan bank biasa tempat kita menabung. Mereka tidak melayani nasabah ritel, tetapi memperdagangkan surat berharga, membantu perusahaan menerbitkan saham dan obligasi, serta berinvestasi dengan uang pinjaman dalam jumlah sangat besar.
Benih masalah: kredit perumahan subprime
Pada awal 2000-an, pasar properti Amerika sedang booming. Bank beramai-ramai memberi kredit perumahan subprime, yaitu pinjaman untuk peminjam berisiko tinggi yang sebenarnya belum tentu sanggup membayar. Pinjaman-pinjaman ini lalu dikemas ulang menjadi produk investasi yang rumit dan dijual ke seluruh dunia.
Lehman Brothers masuk sangat dalam ke bisnis ini. Mereka membeli dan menyimpan aset berbasis kredit perumahan dalam jumlah raksasa, sebagian besar memakai uang pinjaman. Selama harga rumah naik, semuanya terlihat menguntungkan. Masalah muncul ketika harga rumah mulai jatuh dan banyak peminjam gagal bayar.
Hari ketika semuanya runtuh
Memasuki 2008, nilai aset Lehman anjlok dan kepercayaan pasar menguap. Investor menolak meminjamkan uang, mitra dagang menarik diri, dan harga sahamnya terjun bebas. Upaya mencari pembeli atau penyelamat gagal, dan pemerintah Amerika memutuskan untuk tidak memberi dana talangan seperti yang sebelumnya diberikan kepada lembaga lain.
Tanpa penyelamat, Lehman Brothers mengajukan kebangkrutan pada 15 September 2008. Ini menjadi kebangkrutan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, dengan total aset sekitar USD 600 miliar.
Efek domino ke seluruh dunia
Keruntuhan Lehman memicu kepanikan global. Pasar saham rontok, bank-bank saling tidak percaya, dan aliran kredit nyaris membeku. Istilah terlalu besar untuk gagal menjadi perdebatan besar, karena ternyata sebuah raksasa pun bisa gagal dan menyeret ekonomi dunia bersamanya.
Krisis ini mendorong bank sentral di banyak negara, termasuk The Fed di Amerika, menurunkan suku bunga dan menggelontorkan dana besar untuk menahan ekonomi agar tidak ambruk total. Dampaknya terasa sampai bertahun-tahun kemudian dalam bentuk resesi, PHK massal, dan hilangnya tabungan banyak orang.
Bukan tanda bahaya yang pertama
Lehman sebenarnya bukan peringatan pertama. Beberapa bulan sebelumnya, pada awal 2008, sebuah bank investasi besar lain di Amerika nyaris ambruk dan akhirnya diselamatkan lewat pengambilalihan darurat dengan bantuan otoritas keuangan. Dari situ, banyak pelaku pasar menarik satu keyakinan yang ternyata berbahaya: kalau lembaga sebesar ini goyah, pemerintah pasti turun tangan menyelamatkannya.
Keyakinan itulah yang membuat keputusan membiarkan Lehman jatuh terasa begitu mengejutkan. Sepanjang akhir pekan menjelang kebangkrutan, berlangsung negosiasi maraton dengan beberapa calon pembeli dari dalam dan luar negeri. Namun satu per satu mundur, karena tidak ada pihak yang mau menanggung tumpukan aset bermasalah Lehman tanpa jaminan dari pemerintah.
Ketika Senin pagi tiba tanpa penyelamat, pasar tersadar bahwa tidak ada lagi jaring pengaman otomatis. Kepanikan langsung meledak, harga saham global berjatuhan, dan kepercayaan antar lembaga keuangan menguap dalam sekejap. Ironisnya, hanya berselang beberapa hari, sebuah perusahaan asuransi raksasa justru harus diselamatkan dengan dana sangat besar karena dikhawatirkan ikut menyeret seluruh sistem jika sampai tumbang.
Kontras antara dua keputusan itu, membiarkan satu lembaga jatuh namun menyelamatkan yang lain, memperlihatkan betapa rumit dan menakutkannya pilihan yang dihadapi para pembuat kebijakan saat itu. Tidak ada jawaban yang benar-benar bersih; yang ada hanyalah pilihan di antara berbagai risiko besar.
Pelajaran paling mahal dari 2008: risiko yang disembunyikan di balik produk keuangan rumit tidak pernah hilang, ia hanya menunggu waktu untuk meledak.
Pelajaran untuk kita
Kita mungkin bukan bank investasi, tetapi prinsipnya sama. Pertama, utang yang terlalu besar membuat kita rapuh saat keadaan berbalik. Kedua, jangan berinvestasi pada sesuatu yang tidak kita pahami, sekalipun semua orang ikut-ikutan. Ketiga, kepercayaan adalah fondasi sistem keuangan, dan ia bisa runtuh jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya.
Lehman Brothers mengingatkan bahwa ukuran dan nama besar bukan jaminan keamanan. Yang menjaga keuangan kita tetap sehat bukanlah seberapa besar angkanya, melainkan seberapa bijak kita mengelola risiko.
Terlalu besar untuk gagal ternyata hanya mitos. Kalau raksasa berusia 158 tahun saja bisa tumbang dalam semalam, apa yang benar-benar aman untuk uang kita?
Riska Adinda UtamiSumber
- Wikipedia, "Bankruptcy of Lehman Brothers". en.wikipedia.org
- Reuters, liputan krisis keuangan global 2008. reuters.com
- BBC News, laporan runtuhnya Lehman Brothers. bbc.com

Komentar
0 komentar