Ekonomi Global

Evergrande: Krisis Properti China Senilai Rp5.000 Triliun

Satu perusahaan properti, utang lebih dari USD 300 miliar, dan sebuah krisis yang mengguncang ekonomi terbesar kedua di dunia. Kisah Evergrande adalah pelajaran tentang bahaya tumbuh terlalu cepat dengan utang.

Panorama kota Shanghai
Keruntuhan Evergrande menjadi simbol krisis sektor properti terbesar di China. Foto: Pexels.

Raksasa yang tumbang

Evergrande adalah salah satu pengembang properti terbesar di China. Perusahaan ini tumbuh sangat pesat dengan mengandalkan utang besar-besaran untuk membangun apartemen di seluruh negeri. Namun model ini rapuh: ketika pemerintah China memperketat aturan utang properti, Evergrande mulai kesulitan membayar kewajibannya.

Gagal bayar yang memicu krisis

Pada Desember 2021, Evergrande resmi gagal bayar (default) atas utangnya. Saat itu perusahaan tidak mampu melunasi sekitar USD 305 miliar kewajiban, angka yang setara sekitar 2% dari seluruh ekonomi China. Kegagalan ini menjadi "domino pertama" yang memicu krisis sektor properti China, diikuti puluhan pengembang lain yang ikut gagal bayar.

>USD 300 Mtotal utang
Des 2021gagal bayar
Jan 2024perintah likuidasi

Perintah likuidasi

Pada Januari 2024, setelah berkali-kali penundaan, Pengadilan Tinggi Hong Kong memerintahkan Evergrande untuk dilikuidasi (dibubarkan dan asetnya dijual) karena rencana restrukturisasi utangnya tidak menunjukkan kemajuan. Kreditur asing diperkirakan masih memiliki tagihan sekitar USD 25 miliar.

Pelajaran untuk kita

Kisah Evergrande memperlihatkan bahaya pertumbuhan yang ditopang utang berlebihan, baik bagi perusahaan maupun bagi sebuah negara. Krisis di satu sektor besar bisa merembet ke mana-mana. Bagi kita, pelajarannya sederhana: utang adalah alat, bukan bahan bakar untuk tumbuh tanpa batas.

Gedung-gedung itu menjulang sebagai lambang kemajuan, sampai kita sadar sebagian dibangun di atas utang yang tak sanggup dibayar. Lalu muncul pertanyaan yang menggantung: berapa banyak 'keajaiban ekonomi' di dunia yang sebenarnya sedang menahan napas, menunggu tagihan jatuh tempo?

Riska Adinda Utami

Sumber

  1. CNN, “Evergrande, symbol of China's property crisis, heads to liquidation” (29 Jan 2024). cnn.com
  2. Wikipedia, “Evergrande Group.” en.wikipedia.org
  3. U.S. Congressional Research Service, “Evergrande Group and China's Debt Challenges.” congress.gov
Riska Adinda Utami

Riska Adinda Utami

Menulis catatan ringan berbasis data resmi seputar perbankan, keuangan, dan ekonomi, Indonesia maupun dunia. · Terhubung di LinkedIn

👁 0 kali dibaca

Komentar

0 komentar

← Kembali ke beranda